Pengambilan Keputusan DPRD Provinsi Sulsel Tentang Rekomendasi Atas LKPJ Gubernur Sulsel Akhir Tahun Anggaran 2020



image

MAKASSAR, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis terkait dengan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Akhir Tahun Anggaran 2020.

Rekomendasi yang berjumlah 19 poin tersebut dikeluarkan oleh DPRD Sulsel setelah melalui proses rapat evaluasi masing-masing komisi di DPRD bersama Oraginasi Perangkat Daerah (OPD).

Beberapa poin diantaranya adalah kelanjutan penyelesaian masjid 99 qubah di Kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI), Stadion Mattoanging, Stadion Barombong dan Gor Sudiang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif dalam rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Akhir Tahun Anggaran 2020.

“Direkomendasikan kepada Gubernur untuk melanjutkan pembangunan masjid 99 qubah di Kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI), Stadion Mattoanging, Stadion Barombong dan Gor Sudiang,” ucap Syaharuddin Alrif.

Pasalnya kata dia, beberapa proyek tersebut mesti lanjutkan karena telah menelan dana APBD yang cukup besar.

Untul stadion mattoangi kata Sayahar, agar Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melakukan komunikasi kepada pemerintah Kota Makassar mengenai perencanaan dan persyaratan kelengkapan perizinan. “Ini agar tahapan pembangunan bisa berjalan,” katanya.

“Tetkait dengan pembangunan stadion mattoanging agar memberikan kejelasan terkait sumber anggaran untuk kelanjutan pembangunan,” ucapnya.

Tak hanya itu, Syahar juga menyoroti terkait adanya rekomendasi dari DPRD Sulsel yang sudah tiga tahun menjadi sorotan. Poin itu terkait kegiatan pembangunan di Kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI) yang dilakukan oleh pihak Ciputra.

Dimana, DPRD merekomendasikan kembali kepada Gubernur untuk segera memerintahkan pembongkaran patung kuda dan tulisan Citra Land City didepan pintu Gerbang Kawasan CPI. “Ini sudah rekomendasi yang ketiga kalinya,” katanya.

Syahar menegaskan untuk patung itu diganti dengan brand ‘Center Point of Indonesia’ Sulawesi Selatan, agar tercipta kesan dan pesan bahwa infrastruktur di kawasan itu bukan milik swasta semata.

“Akan tetapi sepenuhnya menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan dan merupakan aset Pemerintah Daerah,” ujar sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel ini